Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 April 2023

Al-Qur'an adalah Obat

Ikhtiar untuk mencari kesembuhan:

Ikhlas

Sabar

Baca Alqur'an (sama dengan waktu minum obat)

Baca Do'a (sama dengan waktu minum obat)

Minum Obat

Tawakal




Senin, 31 Mei 2021

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Pada tanggal 27 Mei 2021, Alhamdulillah berhasil menjual 4 ekor kelinci anakan berbobot 7,8 kg. Rasa bahagia pun menjalar didada karena setelah memulai memelihara kelinci sejak 28 Juni 2019 akhirnya berkat ridha dan rahmat dari Allah berhasil menjual kelinci. Ternyata memperoleh bahagia itu sederhana.

Dengan memegang prinsip " jangan takut selain kepada Allah dan jangan berharap selain kepada Allah" maka hidup kita akan selalu bahagia.

Allah tidak memberi apa yang kita harapkan tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan

Kadang kita sedih, kecewa, terluka, tapi jauh diatas segalanya Allah sedang mengatur yang terbaik  bagi kehidupan kita

Jalan yang ditentukan Allah itu akan mejadi jalan yang terbaik bagi kita dan akan lebih indah

 

Senin, 08 Juni 2020

NEW NORMAL

Sekarang sedang rame-ramenya upaya "new normal" sebagai bentuk reaksi dari virus corona demi kesehatan jasmani.

 Namun adakah upaya "new normal" agar rohani kita sehat dari virus-virus maksiat dan dosa yang sudah merajalela???

Maka inilah beberapa Protokol NEW NORMAL  yang perlu dan utama untuk kesehatan jiwa (batin) 


  1. "New normal"   dengan TAUBAT sebagai landasan perubahan pola kehidupan kita yang telah melenceng dari rel Syariat, kembali menuju jalan yang diridloi dengan menjadi hamba yang rajin beribadah.
  2. "Masker" dengan ASSHUMTU  (diam meninggalkan perkataan jelek/tak berguna) agar kita tak menulari/tertular virus ghibah, bohong, fitnah/hoax dll.
  3. "Sanitizer" dengan ISTIGHFAR kalau-kalau kita telah terkontaminasi dosa maksiat saat berinteraksi dengan orang lain.
  4. "Sosial distancing" dengan SABAR, menahan diri dan meninggalkan hal-hal yang tak berfaedah dan menjaga jarak dari perkara-perkara yang mengundang nafsu syahwat.
  5. "Cek suhu" dengan MUHASABAH apakah ada indikasi bahwa nafsu dan emosi kita mningkat atau tak terkendali.
  6. "Rapid test" dengan MUNAJAT memohon petunjuk agar batin kita dibersihkan kembali jika telah terpapar sifat-sifat jelek dengki, egois, marah, malas, su'udhon dll.
  7. "Imunisasi" dengan DZIKIR, TILAWAH /TADARUS DAN DOA agar batin kita memiliki imun/kekebalan  terhadap virus-virus yang dibawa nafsu dan setan yang mmbayangi setiap langkah kita.


Semoga Alloh melindungi kita semua
Selamat menjalani perubahan untuk menjadi hamba yang sukses Dunia Akhirat
Aamiin

Senin, 23 Maret 2020

TERNYATA SOCIAL DISTANCING & TEMAN-TEMANNYA PENUH PAHALA (5 menitan)


Kebanyakan kita tentu tidak asing lagi dengan berbagai pesan berikut:

1. Hindari daerah yang terjangkiti.

2. Hindari kontak langsung dengan pasien COVID19.

3. Hindari kontak langsung dengan binatang sementara.

4. Gunakan masker jika mengalami batuk atau pilek.

5. Menerapkan etika batuk dan bersin: tutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu saat batuk atau bersin dan segera buang tisu yang kotor ke tempat sampah.

6. Lalu cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih mengalir. Tingkatkan frekuensi cuci tangan. Cuci tangan sedikitnya selama 30 detik. Terapkan kebersihan diri (mencuci tangan dengan sabun dan air) terutama setelah menggunakan toilet, melakukan pekerjaan pembersihan serta sebelum dan sesudah makan.

7. Untuk menjaga frekuensi cuci tangan, gunakan hand sanitizer ketika air dan sabun tidak ada di sekitar Anda.

8. Gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan pembersihan dan saat menangani limbah.

9. Jangan menyentuh area wajah ketika di luar.

10. Lakukan pembersihan menggunakan disinfektan terhadap peralatan setelah digunakan.

11 Individu menerapkan social distancing sementara waktu.

Berbagai himbauan dan edukasi di atas^ rasanya tidak asing lagi dan sudah menjadi menu sehari-hari di group WhatsApp kita dan sosmed kita yang lain.

Tapi tahukah kita bahwa sebagai seorang muslim, jika kita melakukan itu semua dalam rangka menjalankan perintah ALLAH, dan mengikuti sunnah Nabi maka kita mendapatkan pahala.

Kok Bisa?
Ya, karena ALLAH berfirman:

وَلَا تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ

‏❬195❭ janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.
‏(Al Baqarah 2:195)

Ayat ini melarang kita untuk mendekati kebinasaan (di antaranya adalah wabah) maka barangsiapa yang menjauhinya dengan niat menjalankan syariat ALLAH maka mendapatkan pahala.

Dan Nabi bersabda:
Menjauhlah dari dari penderita kusta, sebagaimana engkau menjauh dari singa.”
(HR. Bukhari)

Ini mempertegas bahwa melakukan tindakan preventif dan pencegahan dari suatu wabah virus;

• baik dengan cara melakukan sesuatu seperti:
- cuci tangan;
- memakai hand sanitizer dll;

• maupun menjauhi wabah seperti;
- menghindari perkumpulan orang;
- menerapkan social distancing;
- serta self isolation;

Adalah perintah ALLAH dan RasulNya.

Disinilah indahnya Islam sekaligus kesempatan emas mendulang pahala sebesar-besarnya ditengah kondisi saat ini.

Lalu Bagaimana Caranya?
Dengan niat! Ya dengan niat, niatkan menjalankan perintah ALLAH dan tuntunan Nabi.

Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan diganjar sesuai dengan niatnya” HR Bukhari Muslim.

Maka barangsiapa melakukan hal-hal diatas dengan niat menjalankan perintah ALLAH dan tuntunan NabiNya niscaya ia akan mendapatkan pahala.

Cuci Tangan, Berpahala.
Pakai masker sesuai arahan, berpahala.
Pakai hand sanitizer, berpahala.
Bahan berada di rumah atau menerapkan social distancing kita akan mendapatkan pahala setiap detik dan menitnya.

Adapun jika kita lakukan semua hal di atas tanpa niat menjalankan perintah ALLAH maka kemungkinan besar kita kehilangan kesempatan meraih pahala besar setiap detik dan menitnya saat kita menerapkan social distancing.

Jika demikian, mari tanamkan niat dan selamat mengumpulkan pahala...

✏ Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com

Sumber:
Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19)
oleh Marco Cascella; Michael Rajnik; Arturo Cuomo; Scott C. Dulebohn; Raffaela Di Napoli. Maret 8, 2020.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554776/
diakses 17 Maret 2020, pukul 18.50 WIB.

Dikembangkan dari nasehat Syaikh Sa’ad Asy Syatsri -hafizhahullah- (salah satu pakar Fiqh dan Ushul Fiqh dunia saat ini)
Tanggapan Syaikh Sa’ad Asy Syatsri -hafizhahullah-, "Corona Virus" dari Sudut Pandang Hukum Islam
https://youtu.be/V3J59rhcSB8
diakses 20 Maret 2020, pukul 07:20WIB

Senin, 16 Maret 2020

DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI BALA YANG BERAT


اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Ya Allâh, kami berlindung kepada-Mu dari beratnya musibah yang tak mampu ditanggung, dari datangnya sebab-sebab kebinasaan, dari buruknya akibat apa yang telah ditakdirkan, dan gembiranya musuh atas penderitaan yang menimpa.  [Muttafaq ‘alaih]

[HR. Al-Bukhâri, kitab ad-Da’âwât bab at-Ta’awwudz min jahdil balâ’ 6/75, Dar Thauqin Najât dan Muslim, kitab adz-dzikr wa ad-du’â wa at-taubah wa al-istighfâr bab at-ta’awwudz min sû’il qadhâ’, no 2707 hlm. 1452 Darul Mughni KSA cet. 1 th. 1419 H/1998].

Fawa’id : 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dari empat hal tersebut di atas Ketika seorang hamba meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dan berdoa kepada-Nya berarti ia menampakkan betapa ia fakir, membutuhkan Allâh Azza wa Jalla dan hamba tersebut merendahkan diri kepada Rabbnya Berlindung dari ketentuan takdir yang berdampak buruk, tidak bertentangan dengan sikap ridha terhadap ketentuan takdir Allâh Azza wa Jalla . Karena meminta perlindungan dari ketentuan takdir yang buruk juga merupakan ketentuan takdir Allâhk . Allâh Azza wa Jalla bisa saja mentakdirkan suatu bala’ kepada seseorang, namun Allâh Azza wa Jalla juga mentakdirkan bahwa bila ia berdoa, Allâh akan hilang bala’ tersebut.Perlunya berlindung dari bala yang begitu berat. Karena di samping berat untuk ditanggung, kadang juga menyebab kelalaian terhadap sebagian perintah agama. Terkadang hatinya merasa tertekan menanggung cobaan ini, sehingga ia tidak bisa bersabar. Ini menyebabkan dosa.Kita juga diperintahkan agar berlindung dari datangnya sebab-sebab kebinasaan. Yaitu kepayahan yang begitu menghimpit dan mara bahaya yang berat; baik yang menimpa badan, keluarga atau harta. Kadang juga sebab-sebab kesengsaraan dalam urusan ukhrawi yaitu adanya siksa dan tanggungan di akhirat disebabkan dosa yang diperbuat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari hal tersebut karena itu adalah bala dan cobaan yang paling klimaks. Dan orang yang diuji dengan itu, seringkali ia tidak sabar, sehingga ia mendapatkan kesusahan di dunia dan siksa di akhirat.Ini termasuk doa yang lengkap. Karena hal yang dibenci manusia bisa dilihat dari sisi asal mulanya, yakni buruknya akibat dari apa yang ditakdirkan. Atau bisa dilihat dari sisi akhirat, yaitu tertimpa kebinasaan. Karena kesengsaraan akhirat sejatinya adalah kebinasaan hakiki. Atau dari sisi penghidupan. Hal ini bisa dari sisi orang lain, yaitu bergembiranya musuh atas musibah yang menimpa kita. Atau dari sisi dirinya sendiri, yaitu beratnya musibah yang melanda.

[Tuhfah adz-Dzâkirîn, asy-Syaukani Muassasah al-Kutub  ats-Tsaqafiyyah 1408/1988 hal 381;  Mir’âtul Mafâtîh Syaikh Ubaidullah Al-Mubarakfuri 8/214].

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]

sumber: https://almanhaj.or.id/6925-doa-meminta-perlindungan-dari-bala-yang-berat.html

Senin, 21 Januari 2019

MERANCANG USIA KEDUA

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya, "Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara (yaitu) : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya." (HR. Muslim no.1631).
1. Sedekah jariyah (sedekah yang pehalanya terus mengalir).
Contoh: membangun masjid termasuk wakaf tanah masjid, sebab masjid digunakan untuk sholat, mengaji, dzikir dan ibadah lainnya yang selama masjid itu masih dipakai untuk ibadah maka orang yang bersedekah sekalipun sudah bertahun tahun meninggal akan mendapatkan pahala yang terus mengalir. 
Contoh lain yakni wakaf sawah, membangun pondok pesantren, taman pengajian al qur'an dan semisalnya. 
Dan juga : menggali sumur/membuatkan sumur yang bisa dimanfaatkan banyak orang, mencetak buku, dan berbagai macam yang bisa dimanfaatkan dalam ibadah. 

2. Ilmu yang bermanfaat
(yakni ilmu yang sumbernya "nggenah" atau jelas, yaitu bersumber dari Al Qur'an dan hadist Nabi sholallahu alaihi wasallam. Yaitu ilmu yang bisa mendekatkan kepada Allah,  ilmu syar'i (ilmu agama) yang diamalkan/diajarkan kepada orang lain dan kemudian banyak orang yang mengamalkan... kemudian menulis buku-buku yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan banyak orang sehingga pahalanya tetap mengalir. 
Seorang Ulama,  yakni Imam an-Nawawi rahimahullah yang lahir di tahun 631 Hijriyah dan wafat tahun 676 Hijriyah (usianya 45 tahun) tetapi namanya dikenal dan dikenang hingga saat ini.  Sehingga beliau seakan-akan masih hidup karena masih diingat oleh umat islam sampai saat ini : 1440 Hijriyah. Beliau memiliki banyak karya, dan diantara karyanya yakni : Kitab Arba'in Nawawi (yang memuat 42 hadits-hadits pilihan dan juga Kitab Riyadush Shalihin (tentang akidah, akhlak, syari'ah dll), Subhanallah... Kitab-kitab ini kitab yang masyhur diterima umat muslim didunia dan sampai hari ini, sampai detik ini : terus dipelajari oleh para tholabul ilmi diberbagai penjuru dunia. Inilah pahala mengalir dari ilmu yang bermanfaat. 

3. Anak sholih yang mendoakan orang tua
Anak adalah termasuk usaha orang tua, sehingga amal-amal sholih yang diamalkan oleh anak-anak, akan menjadikan orang tuanya ikut mendapatkan pahala amalan tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala si anak. 

Inilah umur kedua. Tergantung tabungan ini ada berapa,....dan dari ketiganya diatas kita punya yang mana saja?...

Wallahu Ta'ala a'lam. 

Selasa, 15 Januari 2019

Manafkahkan Rezeki

Dalil-dalilnya diantaranya adalah:

📖 Firman Allah Ta'ala, yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (QS.Al Munafiquun : 9).

📖 Firman Allah Ta'ala, yang artinya, "Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah satu diantara kamu, lalu ia berkata: Ya Robbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematianku) sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh. (QS.Al Munafiquun : 10).

📖 Dan dalil selanjutnya adalah di akhir surah Al Munafiquun, Allah Ta'ala berfirman, yang artinya, "Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Al Munafiquun : 11).

📗 Yakinlah, sedekah tak mengurangi harta.🌾

Nabi sholallahu alaihi wasallam bersabda, "Sedekah tidaklah mengurangi harta". (HR. Muslim no.2558).

Maknanya, sebagaimana dijelaskan oleh Yahya bin Syarf An-Nawawi rahimahullah dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim 16/141, yakni:

1).Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Ini bisa dirasakan.

2).Walau secara bentuk/phisik harta tersebut berkurang, namun kekurangannya tersebut akan ditutup dengan pahala disisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak.

Doa malaikat:

Diantara do'a malaikat adalah mendoakan orang yang senantiasa memperhatikan nafkah keluarganya, dan orang yang gemar bersedekah.

Dari jalan sahabat Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata bahwa Nabi sholallahu alaihi wasallam bersabda, "Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, "Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang gemar berinfaq (rajin memberi nafkah kepada keluarga)."
Malaikat yang lain berdoa, "Ya Allah berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah)." (HR. Bukhori no.1442 dan Muslim no. 1010).

Orang yang berinfaq dan bersedekah akan mendapatkan ganti dari Allah.

Allah Ta'ala berfirman, yang artinya, "Dan barang  apa yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizky yang sebaik-baiknya." (QS.Saba :39).

(*Allah akan mengganti apa-apa yang disedekahkan tersebut didunia, dan Allah akan memberikan balasan dan ganjaran di akhirat.🌾

Allah Ta'ala berfirman, yang artinya, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.  Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. al Baqarah: 261).

Wallahu Ta'ala a'lam.

Rabu, 26 Desember 2018

TINGKAT PEMAHAMAN MANUSIA

Tingkat terbawah dalam ilmu itu adalah "paham".
Ini wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati. Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya.

Tingkat ke dua terbawah adalah "kurang paham".
Orang kurang paham akan terus belajar sampai dia paham ..., dia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul-simpul pemahaman yang benar....

Naik setingkat lagi adalah mereka yang salah paham. Salah paham itu biasanya karena emosi dikedepankan, sehingga dia tidak sempat berfikir jernih. Dan ketika mereka akhirnya paham, mereka biasanya meminta maaf atas kesalah-pahamannya. Jika tidak, dia akan naik ke tingkat tertinggi dari ilmu....

Nah, tingkat tertinggi dari ilmu itu adalah gagal paham. Gagal paham ini biasanya lebih karena kesombongan.

Karena merasa berilmu, dia sudah tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain. 
Tidak mau lagi menerima masukan dari siapapun (baik itu nasehat dll ), atau pilih-pilih hanya mau menerima ilmu (nasehat) dari yang dia suka saja ..., bukan ilmu yg disampaikan, tapi siapa yang menyampaikan....

Tertutup hatinya. 
Tertutup akal pikirannya.
Tertutup pendengarannya.
Tertutup logikanya.

Ia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri.

Parahnya lagi Dia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu, menjadi bahan tertawaan orang yang paham....

Dia tetap dengan dirinya,
dan dia bangga dengan
kegagalpaham-annya ...

"Kok paham ada di tingkat terbawah dan gagal paham di tingkat yang paling tinggi? Apa tidak terbalik ?"

"Orang semakin paham akan semakin membumi, menunduk, merendah."

Dia menjadi bijaksana, karena akhirnya dia tahu, bahwa sebenarnya banyak sekali ilmu yang belum dia ketahui. Dia merasa se-akan2 dia tidak tahu apa-apa ...

Dia terus mau menerima ilmu, darimanapun ilmu itu datangnya.

Dia tidak melihat siapa yang bicara, tetapi dia melihat apa yang disampaikan ...!

Dia paham ilmu itu seperti air, dan air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Semakin dia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.

Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi.

Dia seperti balon gas yang berada di atas awan.

Dia terbang tinggi dengan kesombongannya.
Memandang rendah keilmuan lain yang tak sepaham dengannya,

Dan merasa akulah kebenaran ... !!!

Masalahnya, dia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin, tanpa mampu menolak. 
Sering berubah arah, tanpa kejelasan yang pasti.

Akhirnya dia terbawa ke-mana2 sampai terlupa jalan pulang. Dia tersesat dengan pemahamannya dan lambat laun akan dibinasakan oleh kesombongannya.

Dia akan mengakui kegagalpahamannyadengan penyesalan yang amat sangat dalam.

"Jadi yang perlu diingat, 
akal akan berfungsi dengan benar, ketika hatimu merendah ...
Ketika hatimu meninggi.., maka ilmu jugalah yang akan membutakan si pemilik akal ..."

Ternyata di situlah kuncinya.

"Lidah orang bijaksana, berada didalam hatinya, dan tidak pernah melukai hati siapapun yang mendengarnya, tetapi hati orang keminter, berada di belakang lidahnya, selalu hanya ingin perkataannya saja yang paling benar dan harus didengar ... !!!"

_"Ilmu itu open ending", makin digali makin terasa dangkal. 
Jadi kalau ada orang yang merasa sudah tahu segalanya, berarti dia tidak tahu apa2 ... !!!"

Wallohu 'alam bishowab !!!

Jumat, 23 November 2018

MENIKAH UNTUK MENUTUPI KEKURANGAN

Menikah dilakukan untuk menutupi kekurangan bukan untuk mencari kesempurnaan. Menikah yang ideal didasarkan pada 4 hal yaitu : karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung. Karena ketika kita mau menikah dengan mencari yang ideal yang memenuhi 4 kriteria diatas itu tidak mungkin kita dapatkan didunia ini.
Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukkannya; dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik.
Islam telah mengajarkan bahwa manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Allah, tidak pula ma‘shûm (terpelihara dari berbuat maksiat) seperti halnya para nabi dan para rasul. Manusia adalah hamba Allah yang memiliki peluang untuk melakukan kesalahan dan menjadi tempat berkumpulnya banyak kekurangan. Pasangan kita (suami atau istri) pun demikian, memiliki banyak kekurangan. Karena itu, kadangkala apa yang dilakukan dan ditampakkan oleh pasangan kita tidak seperti gambaran ideal yang kita harapkan. Dalam kondisi demikian, maka sikap yang harus diambil adalah bersabar!
Makna kesabaran yang dimaksudkan adalah kesabaran seorang Mukmin dalam rangka ketaatan kepada Allah; dalam menjalankan seluruh perintah-Nya; dalam upaya menjauhi seluruh larangan-Nya; serta dalam menghadapi ujian dan cobaan, termasuk pula saat kita dihadapkan pada ‘kekurangan’ pasangan (suami atau istri) kita.
Cinta bukan bercerita tentang kekurangan pasangan, tetapi dia menyimpan kekurangan pasangannya dengan pengertiannya. Sebuah hubungan sejatinya akan indah jika kedua pasangan saling bergandengan tangan menuju mencapai kesempurnaan, bukan menuntut untuk sempurna.

Senin, 19 November 2018

MENAFKAHI ORANG TUA

Orang tua tidak takut miskin memberi nafkah pada anaknya saat membesarkan mereka. Tapi banyak anak sering takut kekurangan saat menanggung orang tuanya dimasa tuanya.

Lihat diri kita saat ini,
Sehebat apapun,
Suksespun setinggi langit,
tapi tanpa doa restu orang tua yang membesarkan kita
maka tidak akan ada ketenangan, keberkahan & kebahagiaan dalam hidup.

Uang bisa dicari,
ilmu bisa digali
jabatan bisa kita raih
tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang kembali.

Satu ibu,
bisa merawat tujuh anaknya
tapi tujuh orang anak belum tentu bisa membahagiakan
satu orang ibu.

Satu ayah,
bisa menghidupi 7 anaknya
tapi tujuh orang anak belum tentu dapat menghidupi
satu orang ayah.

Sesekali tengoklah orang tuamu,
tatap wajahnya ketika ia terlelap tidur
lihat kerutan di wajahnya,
lihat rambutnya yang kini mulai memutih,
lihat badannya,
yang dulu tegap kini mulai membungkuk,
semua telah berubah termakan waktu tapi tidak dengan kasih sayangnya...

Sudahkah kita membuatnya bahagia hari ini?
Sudahkah kita membuatnya bangga hari ini?
Sudahkah kita membuatnya tersenyum hari ini?

Tidak akan ada jasa yang mampu kita balas,
Tidak akan ada kebaikan yang mampu kita balas,
semua begitu banyak, begitu tulus.

Hadiahkanlah Kebahagiaan untuk kedua orangtua kita atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan.

Perlakukanlah orang tuamu dengan penuh hormat maka rezekimu akan semakin berkah.

Jumat, 16 November 2018

CARA MEMANDANG NASIB...!!!!


Pelajaran Tauhid  yang Sangat Bernilai.

Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah..

Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarnya dengan harga yang sangat tinggi....!!
Tapi sayang si petani miskin itu tidak mau menjualnya..!!

Lalu teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandangnya..

Maka teman-temannya berkata :

"Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu pasti kaya, sekarang kudamu sudah hilang.."_

Tapi si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar...

Namun beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..

Lalu teman-temannya berkata :
"Wah..! beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.."_

Si petani tetap hanya diam saja..

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah..

Lalu teman-temannya berkata :
"Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.."

Si petani itu tetap diam tanpa komentar..

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani itu karena tidak bisa berjalan..!!

Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis :
"Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, Kami harus kehilangan anak-anak kami.."

Barulah si Petani kemudian berkomentar :

"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jeleknya..!!
Semuanya ini adalah suatu rangkaian proses yang belum selesai...Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini..!!

•Apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..??
•Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok.??

Tetapi yang pasti, Allah paling tahu yang terbaik buat kita..!!
Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam hidup kita ini..

Jalan  yang dibentangkan Allah belum tentu yang tercepat, bukan pula yang termudah.. tapi sudah pasti yang Terbaik..."

Semoga Bermanfaat

KETIKA MASALAH DATANG DARI SEMUA SISI

Alkisah seekor rusa betina sedang hamil tua.
Ketika mendekati detik-detik kelahirannya, rusa ini pergi ke suatu tempat yang jauh di sisi hutan yang berdekatan dengan sungai.

Tiba-tiba sesuatu yang tidak ia bayangkan terjadi !

Terdengar suara gemuruh dari langit dan tiba-tiba tampak kilat yang menyambar kepermukaan bumi. Hutan kering ini terbakar dahsyat karena percikan api dari petir tersebut.

Ketika rusa ini menoleh ke kiri, tampak seorang pemburu telah siap melesatkan anak panah ke arahnya.

Saat menoleh ke kanan, ia pun terkejut melihat seekor singa lapar yang siap menerkamnya.

Maka tiada pilihan bagi rusa ini selain :

1. Mati dimangsa singa.
2. Mati terkena panah.
3. Mati terbakar.
4. Atau mati tenggelam karena melompat ke sungai.

Bahaya mengancam dari berbagai penjuru dan tidak ada lagi kesempatan untuk berlari.

Lalu apa yang harus ia lakukan?
Bersedih dan merintih?

Menangis dan menjerit?
Atau ia harus berlari sementara kondisinya begitu lemah?
Atau menyerah pada keadaan?

Rusa pun pasrah. Dia hanya fokus untuk melahirkan bayinya.

Lalu apa yang terjadi?

Kilat-kilat yang menyambar mengganggu pandangan si pemburu. Akhirnya panah yang dilesatkan pun meleset dan mengenai si singa lapar. Singa malang itu mati seketika.

Tiba-tiba hujan datang begitu deras dan memadamkan kebakaran di hutan tersebut.

Rusa pun melahirkan dengan selamat !

Pelajaran penting dari kisah ini adalah :
Mungkin kau pernah mengalami kondisi seperti rusa ini…

Segala kesulitan menyerbumu dari segala arah. Masalah datang bertubi-tubi seakan tak memberimu kesempatan untuk bernafas lega.

Masalah di tempat bekerja, masalah di dalam rumah, masalah di jalan, masalah dengan anak-anak kita semuanya datang bersamaan.

Seakan kau tidak bisa lagi berbuat apa-apa..

Lalu apa yang harus dilakukan?
Jadilah seperti Rusa. Biarkan semuanya berjalan apa adanya.

Lakukan sesuatu yang mampu kau lakukan !
Lalu tinggalkan sisanya, karena disana ada Tuhan yang mengatur jalan kehidupanmu..

Sungguh ia lebih menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu pada anaknya.

Jangan sampai engkau kehilangan harapan dan keimananmu !

Dia lah yang akan menyelesaikan semua masalahmu dan menyembuhkan luka-lukamu.

ۖ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۖ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
“Dia (Allah) mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS.Yunus:3)

Ingatlah selalu :

Jangan berkata, “Tuhan, aku memiliki masalah yang besar…”

Tapi katakan, “Hei masalah, aku memiliki Tuhan Yang Maha Besar !

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.”* (QS.Yusuf:21)

Semoga bermanfaat

Rabu, 14 November 2018

MEMILIH WAKIL KITA

Pemilu 2019 sebagai puncak pesta demokrasi 5 tahunan akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 yang akan memilih para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI dan DPRD serta akan memilih presiden dan wakil presiden. Sistem politik yang dianut Indonesia adalah demokrasi yang memberikan kekuasaan di tangan rakyat. Oleh karena itu, setiap warga menggunakan kekuasaannya dengan cara menggunakan hak pilih yang dimiliki. Kita harus memilih. Dengan menggunakan hak suara dalam ujung jari kita, maka kita bisa menunjukkan kekuasaan yang kita miliki. Kita sebagai masyarakat memilih pemimpin yang kita yakini dapat membawa kebaikan bagi bangsa, pemimpin yang beriman dan mengakui keesaan Allah. Selain itu kita memilih pemimpin yang berintegritas, jujur dan amanah. Kita perlu mengenal dengan baik para calon pemimpin baik eksekutif maupun legislatif sebelum memilih nanti.
Kita bisa melihat kualitas calon wakil kita dengan melihat keseharian dia dalam mengurus rumah tangganya. Kita lihat dalam kesehariannya apakah dia mampu menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya bagi istri dan anak-anaknya. Memimpin mereka artinya mengatur urusan mereka, memberikan nafkah untuk kebutuhan hidup mereka, mendidik dan membimbing mereka dalam kebaikan, dengan memerintahkan mereka menunaikan kewajiban-kewajiban dalam agama dan melarang mereka dari hal-hal yang diharamkan dalam Islam, serta meluruskan penyimpangan yang ada pada diri mereka. Kita tidak perlu melihat gelar dan status sosial yang dia sandang. Selama dia bisa memimpin keluarganya dengan baik, maka dia layak kita pilih menjadi wakil kita. Keluarga yang baik adalah keluarga yang didalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik individu maupun seluruh anggota. Mereka berkumpul dan mencintai karena Allah, saling menasehati kejalan  yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran. Setiap anggota betah tinggal  di dalamnya karena kesejukan iman dan kekayaan ruhani. Rumah tangga yang menjadi  panutan dan dambaan ummat yang di dalamnya selalu ditemukan suasana sakinah, mawaddah dan rahmah. Ciri-ciri keluarga yang baik adalah keluarga yang didirikan atas dasar ibadah, terjadi internalisasi nilai Islam secara kaffah (sempurna), terdapat qudwah (keteladanan) yaitu keteladanan suami sebagai pemimpin yang dapat dicontoh oleh anak, adanya pembagian tugas yang sesuai dengan syari’at, tercukupnya kebutuhan materi secara wajar, menghindari hal-hal yang tidak Islami, dan berperan dalam pembinaan masyarakat. Yang perlu kita ingat bahwa apa yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban didepan Allah. Semoga kita nanti tidak salah pilih dan dengan pilihan yang benar akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman).

Sabtu, 17 Juni 2017

Iqra dan Lima Hari Sekolah

Oleh : Asma Nadia
REPUBLIKA.CO.ID, “Bacalah” merupakan kata pertama dari firman Allah  saat wahyu turun pada 17 Ramadhan di Gua Hira.  Kata yang mewakili intisari sebuah pendidikan; membaca. Betapa Allah ingin menunjukkan pentingnya pendidikan dalam ajaran Islam.

Di saat bersamaan, tanggal 17 Ramadhan tahun ini, konsep lima hari sekolah dan 40 jam dalam sepekan digodok dan digulirkan.

Lalu pertanyaannya, apakah pendidikan kita telah berkaca pada kata “bacalah”? Sudahkah kita menelaah kurikulum dan memastikan pelajaran yang ada benar-benar bermanfaat bagi kehidupan anak didik?

Indonesia termasuk salah satu negara dengan beban mata pelajaran  yang terlalu banyak untuk dipelajari dan dikuasai, lebih berat dari sebagian besar negara maju. Bahkan  Finlandia, yang disebut sebagai negara dengan pendidikan terbaik dan siswa-siswa terpandai, hanya menerapkan 4 hingga 5 jam sekolah per hari.

Lalu sudahkah para pembuat kurikulum di tanah air benar-benar mengkaji ulang,  jika semua pelajaran tersebut harus dipelajari seluruh siswa? Adakah materi yang bisa dieliminasi dan cukup dipelajari siswa tertentu yang berminat?

Saat ini, seolah kita berputar-putar antara lain pada ide pendidikan penting, tingkatkan anggaran pendidikan, perbaiki fasilitas sekolah, tingkatkan kemampuan dan kesejahteraan guru, imbuhkan pelajaran ini dan itu, tambah jam belajar, namun  lupa pada esesnsi terpenting sebuah ilmu, yaitu  memberi manfaat. 

Ilmu yang penting dipelajari adalah yang bermanfaat dalam kehidupan, atau setidaknya besar kemungkinan teraplikasikan kelak. Bahkan dalam Islam, ilmu hendaknya mampu menambah keimanan serta ketakwaan terhadap Allah SWT. Lalu, apakah benar semua pelajaran  yang masuk kurikulum di tanah air seluruhnya penting dipelajari?

Saya melakukan riset sederhana tentang beberapa mata pelajaran yang ada di sekolah.
Sin, cos, tangen bisa dibilang salah satu yang cukup membuat siswa pusing. Bahkan sebagian pihak menganggap bodoh mereka yang tidak mengerti. 

Dalam sebuah pertemuan dengan seorang dokter  saya sempat menanyakan apakah pernah dalam hidupnya sin, cos, tangen dipakai? Dia menjawab tidak pernah. Pertanyaan senada saya sampaikan kepada rekan yang profesor, insinyur, ilmuwan, menteri, anggota parlemen, dan tentara. Jawabannya sama. Tidak.

Lalu kenapa kita mempelajarinya bila  seumur hidup hampir tidak pernah digunakan?
Ternyata ilmu  tersebut bermanfaat untuk teknologi roket, juga pesawat dan kapal selam.
Baik, terbukti bermanfaat, tapi berapa banyak  ilmuwan roket yang kita butuhkan? Kapal selam, satu pun belum kita buat. Berapa ilmuwan pesawat kita butuhkan? Karena sekarang justru sebagian dari mereka sudah dipecat akibat industri pesawat menurun kapasitasnya.

Lantas, kenapa setiap tahun puluhan juta anak Indonesia harus berkutat dengan pelajaran tersebut jika yang  menerapkan hanya beberapa gelintir. Bukankah itu pemborosan massal? Pemborosan waktu dan tenaga. Anak-anak kita bisa melakukan hal lain yang lebih berguna, sesuai dengan gerak hatinya.

Saya tahu matematika penting, tapi tidak semua harus diajarkan dan dikuasai anak didik. Sebagian bisa dihilangkan, diberikan pada anak-anak yang mempunyai minat khusus. Lebih baik para pelajar sekarang dididik matematika dasar, algoritma dan pemrograman, ilmu komputer dan IT, yag kebutuhan terpakainya tinggi. Pekerjaan apa pun, di mana pun, siapa pun  membutuhkan teknologi informasi. Bahkan, siswa-siswa  kita unggul di bidang IT, bangsa lain bukan cuma respek, tapi juga akan gentar melihat Indonesia.

Saya juga ingat dulu diwajibkan menghapal nama-nama planet, termasuk jumlah satelit bahkan nama satelitnya. Lalu kembali pertanyaan itu menggema di benak saya, kalau sudah hapal lalu apa? Sekadar hapal dan tahu sajakah?
Anak-anak diajarkan  mengenai bagian-bagian tumbuhan, anatomi hewan dan menghapalkan nama latin bermacam tanaman. Padahal ada ilmu yang lebih bermanfaat dan akan selalu terpakai dalam kehidupan tapi kurang mendapat tempat, seperti: ilmu gizi, P3K, pengenalan penyakit dan obat, pengetahuan herbal dan obat tradisional.

Waktu sangat berharga, kita juga wajib memanfaatkan anggaran seefisien mungkin. Berapa triliun harus dibuang untuk membiayai anak-anak agar belajar sesuatu yang kelak  tidak terpakai  dalam kehidupan mereka?
Mungkin pertanyaan yang tepat bukan lagi bicara berapa jam anak-anak kita harus belajar, tapi apa pelajaran yang penting untuk dikuasai  semua siswa, dan mana yang khusus untuk siswa tertentu.

Pemerinta,  pendidik  serta berbagai pihak wajib kembali melakukan iqra terkait pelajaran yang harus dipertahankan, mana yang bisa dieliminasi, dan apa yang bisa ditambah. Hingga akhirnya Iqra kita adalah untuk ilmu yang benar-benar berguna. Sebab bangsa ini butuh banyak perubahan, dan semua bergantung pada seberapa kita sukses menghasilkan generasi yang  mengantongi ilmu yang bisa dimanfaatkan secara nyata untuk kehidupan.

Dikutip dari : http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/17/06/16/orn4mz319-iqra-dan-lima-hari-sekolah 

Senin, 11 Juli 2016

Syukur Setiap Waktu

Oleh : Asma Nadia
REPUBLIKA.CO.ID, Beberapa waktu lalu saya bertemu kolega lama. Bisnisnya tampak semakin mapan, penghasilan meningkat, tetapi wajahnya murung. Ternyata ia sedang mengalami musibah. Anaknya terdeteksi menderita tumor otak.
Sebuah benjolan sebesar jeruk nipis terlihat jelas bersarang di otak bagian belakang. Sang anak bisa pingsan mendadak tanpa ada tanda-tanda. “Sekarang, seluruh waktu saya utamakan buat dia,” ujarnya berderai air mata.
Di hari lain, seorang staf di kantor minta izin pulang cepat karena anaknya yang masih bayi terjatuh dari tempat tidur. Istrinya semakin panik dan terus menangis melihat ada benjolan di kepala putra semata wayang mereka.
Alhamdulillah, semua berakhir baik. Namun, peristiwa tersebut membuat staf saya menyadari betapa ia seharusnya bersyukur di hari-hari sebelumnya ketika sang anak dalam keadaan baik dan tidak jatuh. Sebuah nikmat yang ternyata terlupakan dan luput dimaknai.
Kilasan peristiwa di atas turut membuat saya merenung. Kadang kita kecewa dengan kondisi yang begini-gini saja. Tidak puas dengan keadaan. Padahal, sesungguhnya begitu banyak hal yang harus disyukuri setiap hari.
Ada banyak orang tua yang lupa bersyukur, ketika ananda baik-baik saja, selalu sehat, ketika si kecil tidak jatuh, serta tidak cedera. Sebab, semua adalah karunia yang harus disyukuri, setiap hari, setiap waktu.
Ya, tidak terjadi apa-apa pada buah hati benar-benar sebuah nikmat yang patut disyukuri.
Mungkin tidak semua tahu, setiap hari di Tanah Air terdapat lebih dari 400 warga menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Ada yang hanya mengalami luka ringan, tak sedikit yang menderita cacat permanen, bahkan kehilangan nyawa.
Setiap tahunnya, terdapat 26.802 rakyat Indonesia yang meninggal akibat kecelakaan. Lebih dari 125 ribu terluka. Angka tepatnya pasti jauh lebih banyak karena sangat mungkin ada kejadian yang luput terdata. Sementara, untuk cakupan global, di dunia setiap tahunnya, sekitar 1,25 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.
Artinya, ketika kita meninggalkan rumah, pergi dengan kendaraan, menyeberang jalan, menuju kantor atau sekolah, dan tiba di tempat tujuan dengan selamat, maka seharusnya kita mensyukuri perlindungan yang telah Allah diberikan.
Di pagi hari, saat menikmati segelas teh manis hangat yang diberikan, sudah sepantasnya pula kita mengucap syukur. Sebab, delapan juta lebih orang di Indonesia tidak bisa melakukan itu, bukan lantaran keterbatasan air untuk menyeduh, tapi kondisi tubuh yang memaksa menghindari yang manis-manis karena penyakit diabetes.
Setiap kali membuka mata di pagi hari jangan lupa pula memanjatkan syukur karena 3,5 juta anak bangsa tidak bisa melihat. Jumlah tunanetra di Indonesia bahkan sempat setara dengan jumlah penduduk Singapura.
Pun apabila kita mampu mengingat sesuatu, bersyukurlah, sebab satu juta orang di Tanah Air menderita Alzheimer dan tidak sanggup mengingat banyak hal.
Bagaimana dengan kemampuan mendengar? Ya, jika kita mendengar sesuatu jangan lupa bersyukur. Setengah juta orang di Indonesia berada dalam kepungan sunyi dan tidak bisa mendengar.
Pendeknya, apa pun yang dijalani, di manapun kita melakukannya semua seharusnya membawa diri ke rentetan syukur. Tidak harus berada di tempat yang jauh, tidak perlu ke luar negeri dulu untuk mensyukuri keberadaan saat ini. Ke toilet, kamar tidur, pasar, semua tempat pada hakikatnya merupakan arena bersyukur setiap insan.
Mengulang ayat yang diucapkan-Nya berkali-kali dalam surah ar-Rahman, “Maka nikmat Allah manakah yang kamu dustakan?” Bersyukurlah setiap hati. Bersyukurlah dengan cara yang benar.
Syukur bukan berarti menerima apa adanya, melainkan memaksimalkan apa yang diberikan Allah. Sebaliknya, sikap pasrah dan mudah menyerah bukan merupakan bagian dari rasa syukur. Jika dilakukan, rasa syukur niscaya akan berbanding lurus dengan prestasi.
Sementara, dalam tingkat kenegaraan, kebiasaan bersyukur juga harus diterapkan dengan baik. Suatu bangsa yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah tapi disia-siakan, berarti bangsa tersebut belum bersyukur.
Suatu bangsa dengan generasi muda yang sehat, tapi dibiarkan terjebak dalam asap tembakau, minuman keras, dan narkoba, berarti bangsa itu juga tidak bersyukur. Bersyukur, selalu. Setiap waktu. Jangan pernah tidak sebab dengannya Allah berjanji akan menambah nikmat yang sudah dikecap hamba-Nya selama ini.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/16/05/27/o7ubfv319-syukur-setiap-waktu

Jumat, 24 Juni 2016

Doa Adalah Sumber Kekuatan


Pengertian Doa
Doa adalah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan diri kepada-Nya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan. Itulah pengertian doa secara syar’i yang sebenarnya.
Al-Qur’an banyak menyebutkan bahwa tadharu’ (berdoa dengan sepenuh hati) hanya akan muncul  bila di sertai keikhlasan. Hal tesebut merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang shalih. Dengan tadharu’ dapat menambah kemantapan jiwa, sehingga doa kepada Allah akan senantiasa dipanjatkan, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah, dalam penderitaan maupun dalam kebahagiaan, dalam kesulitan maupun dalam kelapangan. Dalam Al-Qur’an Allah telah menegaskan : “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi : 28).
Didalam ayat yang lain Allah berfirman: “Berdoalah kepada Ku niscaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takabur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina.” (Surah Al-Mu’min:60) 

Doa Menjadi Semangat dan Harapan
Doa merupakan ungkapan permohonan atau permintaan yang ditujukan kepada Allah SWT semata-mata, dalam usaha untuk memenuhi hajat atau keperluan tertentu. Restu dan ridha Allah sentiasa dimohon untuk menghidupkan semangat atau harapan bagi menjamin kekuatan rohani dan jasmani insan. Al-Qur’an memberikan penjelasan bahwa orang-orang yang taat melakukan ibadah senantiasa mengadakan pendekatan kepada Allah dengan memanjatkan doa yang disertai keikhlasan hati yang mendalam. Sebuah doa akan cepat dikabulkan apabila disertai keikhlasan hati dan berulangkali dipanjatkan. Hal ini banyak ditegaskan dalam ayat Al-Qur’an, diantaranya : “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri (tadharu’) dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut akan tidak diterima dan penuh harapan untuk dikabulkan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ar’af : 55-56).
Keutamaan Berdoa
1.      Doa orang beriman itu pasti dikabulkan oleh Allah SWT tetapi dalam 3 cara:
1)    Dikabulkan secara langsung apa yang kita minta.
2)    Dihindarkan kita dari sesuatu bahaya atau bencana.
3)    Ditangguhkan ke satu masa lain misalnya di hari Akhirat yang mana akan diberikan pahala sesuai dengan permintaan itu.
“Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada seorangpun yang berdoa dengan sebuah dosa yang tidak ada dosa di dalamnya dan memuutuskan silaturrahim, melainkan Allah akan mengabulkan salah satu dari tiga perkara, [1] baik dengan disegerakan baginya (pengabulan doanya) di dunia atau [2]dengan disimpan baginya (pengabulan doanya) di akhirat atau [3] dengan dijauhkan dari keburukan semisalnya”, para shahabat berkata: “Wahai Rasulullah, kalau begitu kami akan memperbanyak doa?” Beliau menjawab: “Allah lebih banyak (pengabulan doanya)” HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib, no. 1633
2.      Terhindarnya bahaya dan musibah sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Tiada seorang Muslim di muka bumi ini berdoa kepada Allah, melainkan dapat dipastikan diterima atau dihindarkan daripadanya suatu bahaya asalkan bukan doa yang mengandungi dosa atau doa untuk memutuskan tali silatur-Rahim."
3.      Doa merupakan jalan yang harus dilalui dalam mencapai sesuatu yang diharapkan. Menerusi kaedah yang betul InsyaAllah segala yang kita harapkan akan dimakbulkan.
4.      Dengan berdoa, kita akan dapat merasakan kehebatan dan keagungan Allah SWT dan betapa lemahnya kita selaku hambaNya.

Hikmah berdoa
1.      Doa adalah sebagai pelindung dan senjata kepada setiap orang mukmin dari godaan dan hasutan syaitan serta dari kejahatan manusia.
2.      Dengan berdoa akan meningkatkan lagi ketaqwaan dan kekuatan iman seorang mukmin.
3.      Allah amat mengasihi dan menyukai akan hamba-hambaNya yang selalu berdoa dan meminta sesuatu kepada-Nya.
4.      Dengan berdoa akan menenteramkan jiwa kita, menjadi penawar dan penenang kepada hati yang bersedih. Firman Allah, 'Ketahuilah, dengan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang'. (surah Ar-Ra'du ayat 28).
5.      Berdoa adalah obat penyembuh bagi segala jenis penyakit yang ada pada diri manusia baik penyakit zahiriah maupun penyakit batiniah. 
6.      Doa merupakan tali penghubung di antara anak dengan kedua ibu bapa yang telah meninggal dunia maka doa dari anak-anaknya yang soleh amatlah dinantikan untuk mendoakan kesejahteraan mereka di dalam kubur. Bersabda Rasulullah, 'Apabila anak Adam meninggal dunia, maka putuslah semua amalannya melainkan 3 perkara iaitu, sedekah jariah, ilmu yang manfaat dan anak yang soleh yang (setiasa) mendoakannya'. (H.R. Bukhari dan Muslim)
7.      Dengan berdoa Allah akan membukakan pintu rahmat-Nya kepada manusia. Bersabda Rasulullah, 'Doa itu adalah anak kunci kepada pintu rahmat'. (H.R.Ad-Dailami)
8.      Doa adalah penghubung dan pengikat tali persaudaraan dan kasih sayang di antara sesama mukmin. Bersabda Rasulullah, 'Doa seseorang mukmin terhadap saudaranya (mukmin) secara diam-diam, pasti diperkenankan oleh Allah. (H.R.Muslim)
9.      Doa merupakan inti dari setiap ibadah yang kita lakukan kepada sang pencipta. Shalat yang kita lakukan terdiri dari kumpulan doa, mulai dari awal takbir sampai salam, begitupun ibadah yang lain. Makanya tak salah kalau Rasullulah mengatakan bahwa doa adalah ruhnya ibadah. Tanpa doa ibadah tidak akan punya arti apa-apa.
10.   Doa merupakan penghancuran nilai-nilai egoisme kemanusiaan yang selalu identik dengan kesombongan, keangkuhan dan merasa bahwa setiap keberhasilan adalah jerih payah sendiri tanpa menganggab adanya campur tangan Allah SWT sebagai Zat Pengatur. Keberhasilan selalu diidentikkan dengan kecerdasan kognitif semata, kesuksesan selalu dipahami sebagai jerih payah sendiri, disinilah celah tipuan setan untuk menggiring kita menjadi manusia yang mengingkari   nilai ketuhanan. Dengan berdoa manusia diajarkan tentang satu hal, bahwa sebagi makhluk Allah kita memiliki sangat banyak kekurangan dan kelemahan, tanpa bantuan sang Khalik kita tidak akan bisa memahami setiap kejadian di muka bumi ini. Manusia hanya sebutir kerikil di tengah samudera laupatan pasir, betapa kecil dan sangant dhaif. Maka tak salah jika Allah memberikan cap sombong kepada manusia ketika dia tidak berdoa sedikitpun sehabis melaksanakan shalat dan dalam kegiatan  sehari-hari.
11.   Doa sangat berpengaruh terhadap sikap mental manusia yang merupakan unsur penting dalam meraih keberhasilan. Seseorang yang bermental pantang menyerah tentulah dalam setiap usaha akan selau berusaha keras. Ketika menghadapi setiap rintangan, dia hanya akan menganggapnya sebagai cobaan kecil dan merupakan anak tangga  untuk meraih keberhasilan.

Daftar Pustaka :